Hiduplah Dengan Menjadi Dirimu Sendiri (Be Your Self ) dan Jangan Mudah Menyerah Karena Omongan Orang lain

Be Your Self agar Terhindar Dari Penyakit Mental Blok

Galaxyite.com - Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang apapun yang dikatakan oleh orang lain dalam lingkungan sosial. Karena kenyataannya adalah ketika kita berbuat baik masih saja digunjing, apalagi berbuat buruk pula. Memang hidup tidak bisa lepas dari pengaruh dan sudut pandang orang lain, tidak terkecuali kita yang hidup memiliki media sosial seperti sekarang ini. apapun yang kita lakukan seolah olah serba salah. Begini salah begitu salah. Tentu dalam hal ini kita meski memiliki prinsip dalam mengkonsumsi media sosial.  Dalam bermedia sosial, orang yang tidak Memiliki prinsip maka akan merasa tidak nyaman.

Jadilah Seperti Spons

Ada beberapa yang meski kita waspadai dalam menjalin hubungan dan berfikir mana yang salah dan mana yang benar. Kita seharusnya menyadari bahwa hidup manusia dipenuhi dengan kekurangan dan kesalahan. Ini kenyataannya. Dan apabila ada yang memberikan omongan atau bentuk kritik tentu kita bisa mengambil atau membuang jika dirasa tidak penting.

Media sosial bisa menjadi bumerang bagi mental kita. Demikianlah yang terjadi. Apabila sering melihat berbagai konten yang ditulis orang lain, atau apapun yang dilakukan orang lain di unggah ke media sosial maka akan membuat alam Bawah sadar kita menjadi down, Apabila membandingkan diri sendiri dengan kemampuan orang lain.  Saya harap anda tidak demikian. membandingkan kemampuan diri sendiri dengan orang lain. Karena setiap orang memiliki tingkat kemampuan untuk menilai diri sendiri dengan orang lain. Sehingga bagi yang putus asa, sering terpengaruh dengan pengukuran tersebut sehingga dia mudah menyerah dengan ukuran orang lain terhadap dirinya sendiri.

Menyadari hal ini terkadang kita tidak sadar. Tanda dari terpengaruh ukuran tersebut bisa kita kenali dengan gejala pemikiran kita menjadi serba tidak mungkin untuk mencapai ke tujuan kita. Dari situlah timbul rasa malas, menyerah, putus asa.

Salah satu yang paling nyata akibat membandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah munculnya mental blok.

Mental block

bulying

Penderita mental blok biasanya dipenuhi prasangka buruk pada dirinya sendiri. Sehingga ketika akan melakukan sesuatu menjadi takut atau bahkan bisa menjadi penghambat dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Salah satu contohnya adalah ketika kita melihat video atau foto kecelakaan tanpa sensor yang dishare media sosial. Betapa kejamnya orang yang telah posting hal yang tidak seharusnya dipertontonkan. Karena sebenarnya hal tersebut menjadi penyebab mental blok pada beberapa orang yang melihat hal tersebut. Bahkan ada yang mengalami traumatic ketika melihat hal tersebut sehingga tidak berani melakukan perjalanan menggunakan kendaraan. Takut.

Memang sebenarnya ketika ada hal tersebut membuat kita lebih berhati-hati lagi saat berkendara mengutamakan keselamatan. Itu bagi orang orang yang mampu untuk berfikir secara positif dan dan batinnya terpasang prinsip dan tidak ada trauma terhadap hal tersebut. Kemampuan pikiran orang tentu berbeda-beda. Bagi yang tidak kuat ini akan menjadi "mental block".

Be Your Self agar Tehindar dari Mental Block

Saya mengamati sebuah perilaku dari seseorang menderita mental blok terhadap lingkungan sosial. Seorang anak muda dia senang menyendiri apabila memilih teman, memilih diluar lingkungan tempat tinggalnya. Di suatu hari dia harus menghadiri hajatan di lingkungan tersebut. Ketika dia melakukan kesalahan sedikit saja, orang-orang sudah mencacinya secara tidak sadar.

Mungkin bagi orang lain itu sesuatu lelucon namun untuk anak tersebut sangat menjadi luka batin. Karena di dalam anak tersebut tertanam sebuah mental block yang ditanamkan oleh ibunya sendiri sejak dia kecil. Dan cacian tersebut dibenarkan oleh apa yang di benaknya selama ini. Dia takut akan lingkungan sosialnya.  Sampai sekarang dia masih menderita terhadap apa yang dialami buli dan cacian masih tertanam di benaknya. Hingga pada akhirnya dia pergi dari lingkungan tersebut.

Ternyata ada fakta lain yang membuat anak tersebut takut terhadap lingkungan sosialnya. Yaitu anak tersebut sering mendengar kata kata orang tuanya membandingkan kemampuan finansial nya terhadap orang lain. Merasa tidak mampu, dan tak berdaya memiliki harta benda. Rendah diri di lingkungan tersebut. Bukankah ini sangat berpengaruh pula terhadap kepribadian anaknya. Tentu. Namun suatu saat apabila dia mampu untuk menghapus sifat rendah diri tersebut kelak akan menjadi anak yang kuat menghadapi kehidupan. Bahkan jauh lebih bisa memiliki mental tangguh karena luka batin dimasa kecilnya. Namun apabila dia mampu untuk mengubah luka menjadi kekuatan.

Dukungan Bagi Yang krisis Percaya diri 

Ternyata lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap kesembuhan mental block. Jadi apabila menemui orang yang memiliki kepribadian seperti ini sudah selayaknya kita dukung, bukan malah dimarahi.

Bagi orang yang normal dimarahi paling juga dia balas kesal. Tapi bagi penderita mental blok ini akan menjadi reka bentuk dalam batin dan luka.  Sekarang kita harus menyadari akan hal ini.

Rangkulah  anak yang mengalami mental block, bimbing mereka untuk Bersosial. Ajaklah. Maka ini akan sangat menenangkan dan meredakan apa yang dia pikirkan akan keburukan oleh lingkungan sosial atau prasangka buruk orang lain terhadap dirinya.

Mungkin bagi yang masih membandingkan diri sendiri dengan orang lain, bisa jadi akan menjadi buah penyakit mental block. Kita harus menyadari bahwa manusia hidup di muka bumi ini memang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Apa yang kita lihat di kelebihan orang lain belum tentu orang lain memiliki kelebihan yang kita punya.

Be your self Jadilah dirimu sendiri jangan membandingkan dengan kemampuan orang lain.
Tempatkanlah diri Anda selayaknya, jangan merendahkan diri sendiri. Karena anda akan kehilangan percaya diri.

Juragan Mlinjon
Juragan Mlinjon Saya senang berbagi informasi dan pengalaman yang saya tahu. Semoga apa yang saya bagikan dapat bermanfaat untuk anda semuanya.

Berlangganan via Email