Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Chapter 1: Sedikit catatan tentang titik Harapan dunia blogging Saat ini


Sedikit berbagi dan mencatat sebuah pengalaman yang saya lakukan tentang dunia blogging. 


Dari tahun 2014 saya benar-benar bingung mau bekerja apa. Melamar kerja kesana kemari tidak ada hasil yang menggembirakan. Semua ditolak. Akhirnya saya hanya menjadi seorang pengangguran ulung selama satu tahun. 


Saking frustasinya semua sisa foto copy ijasah untuk melamar kerja di perusahaan lain saya bakar. Sebenarnya ijazah SMP waktu itu masih bisa dengan mudah masuk sebagai syarat namun dengan berat hati teman yang menggunakan ijasah sma diterima. Disini yang membuat saya sempat putus asa. 


Down,,,!!!


Cukup!!!!

sudah!! Sampai disini saja, saya memohon kerja kepada orang lain!


Kini saatnya saya bangkit untuk bisa berdiri menggunakan kaki sendiri. Tanpa digerakan roda perusahaan.  


Kemudian berfikir bagaimana memperoleh sebuah penghasilan tanpa bekerja untuk perusahaan.


Menjadi kuli bangunan


Dalam pengangguran beberapa tahun tersebut saya tertekan karena oang tua secara tidak langsung menginginkan anaknya untuk bekerja seperti anak lainya. Namun yang dilihat hanya aku duduk manis berpangku tangan. Orang tua mana yang tidak resah melihat anaknya yang seharusnya usia produktif malah menganggur. 


Akhirnya pak lek saya mengajak untuk bekerja sebagai kuli bangunan. Sepontan saya terima tawaran tersebut. Daripada nganggur di rumah, mending di proyek dimarahin mandor, daripada dirumah di omelin ibu saya. Begitu fikirku. 


Ternyata di proyek juga hasilnya lumayan jaman itu tahun 2015 saya sudah menerima gaji harian sekitar 60 ribu untuk kuli bangunan. Satu upah yang cukup bagi seorang pemuda yang awalnya menganggur. 


Hujan panas saya lalui setiap hari, waktu berlalu. Ketika akhirnya proyek tersebut rampung hanya dalam 1 bulan saja.


Menjadi Teknisi Elektronik 


Kisah menjadi teknisi elektronik berawal dari tawaran seorang teman untuk mengikuti kursus sebagai teknisi elektronika. Saya kira ini cocok dengan keadaan saya saat itu karena tidak ada kerjaan. Kursus singkat satu bulan tersebut membawa saya kepada dunia elektronik. Saya bisa belajar secara mandiri berbekal dasar elektronik melalui kursus. Saya belajar dari internet. Hingga pada akhirnya saya mengenal dunia blogging. 


saya memiliki 5 blog lebih sampai saat ini. Semua rata-rata memiliki konten tentang elektronik. Jika dijabarkan sebenarnya tulisan saya itu hanya hal-hal kesalahan dan keberhasilan tentang memperbaiki perangkat elektronik. Namun ternyata itu berharga bagi para pengguna mesin pencari. Mereka bisa mendapatkan referensi dalam memperbaiki perangkat elektronik meskipun solusinya tidak berdasar dari blog saya tersebut. 


Hingga akhirnya saya memiliki pendapatan dari blog setelah beberapa tahun menulis. Tentu ini disengaja untuk mendapatkan uang dari blog. tapi saya masa bodoh menulis tentang apapun. Sehingga pada beberapa tahun saya mencoba memperbaiki tulisan dan mendaftar pada adsense. Di sinilah saya mendapatkan semangat untuk blogging lebih serius. 


Lambat laun dunia elektronik saya tinggal kan dan memilih menekuni dunia penulisan artikel blog. Selama hampir 5 tahun saya telah menulis sejumlah 1000 artikel. Tapi tidak semuanya berkualitas. ada yang berdasar pada kuantitas dan ada pula konten dengan mengutamakan kualitas. 


Kini sedikit ada penghasilan dapat mendukung saya untuk terus menulis setiap hari tanpa memikirkan apakah dapat penghasilan atau tidak. bisa dibilang sekarang saatnya menikmati semua kerja keras belajar hari demi hari. 


Tapi ini bukan titik terakhir perjalanan. Setiap tahun tetap ada yang berubah tentang blog. Teknologi mesin pencari terus berubah. Jadi tanpa pengelolaan yang baik, sebuah blog akan mengalami penurunan pendapatan. Terutama pada blog yang jarang di update. 


Menikmati artinya adalah sudah enjoy dengan blogging tanpa memikirkan tentang besok dapat uang atau tidak, mau kerja atau tidak. Semua telah bebas. tapi dengan kerja lebih pastinya pendapatan akan semakin bertambah. 


Jenuh adalah sebuah kata yang sering menghantui. Tapi semua bisa diredam dengan penuh harapan. Harapan, harapan dan harapan. Keyakinan akan mendapatkan keberhasilan di masa depan akan memberikan kita semangat lebih. Tanpa harapan kita hanya akan terjerumus pada cara instan. 


Dengan keyakinan ada titik harapan 


Meskipun media besar telah mengambil alih konten blog kecil. namun nyatanya harapan akan terus ada selagi kita masih diberi kesempatan untuk menulis. Jika terpaku pada kuantitas mungkin kita akan kalah, tapi yang terpenting adalah kita. Bukan mereka. Media besar memiliki tim besar untuk memproduksi konten sedangkan kita hanya solo. Jadi bagaimanapun hasilnya harapan untuk mendapatkan terbaik dimasa yang akan datang akan mendorong kita untuk terus menulis konten blog. 


Sekarang saatnya berjuang bagi saya dan anda semua. Tidak berarti media yang menggunakan tim untuk produksi konten akan mendapatkan segalanya. Terkadang kita masih menemukan emas di celah mereka. Jangan khawatir tentang pengunjung selagi kita masih bisa untuk terus menulis. Karena di media besar tidak memuaskan dan memilih blog biasa untuk mendaptakan informasi karena biasanya media tidak memiliki kontek sudut pandang yang diinginkan para pembaca artikel. Sedangkan kita yang menguasai satu topik tertentu bisa paham apa konteks yang diinginkan oleh pembaca. jadi jangan pernah menyerah akan hal-melawan media besar sekalipun. 


Saya yakin anda mampu untuk melawan dengan sekuat tenaga. tapi untuk satu konten saja bukan secara keseluruhan. Anda akan kelelahan melawan tim sedangkan anda sendiri. Ini penting dipahami bahwa ambisi untuk melawan media besar tidak efektif. yang ada kita akan lelah sendiri. 


Terus utarakan apa yang bisa anda utarakan agar bisa terbaca oleh mesin pencari. Setiap artikel akan dianggap sebagai satu halaman. semakin banyak halaman konten terdeteksi oleh google maka blog akan dianggap penting oleh mesin pencari. Jadi jangan berhenti pada satu konten berkualitas saja. Tuliskan apapun yang saling berkaitan agar mendukung satu artikel ke artikel yang lain.